SOP PURCHASHER, PRODUKSI, GUDANG/LOGISTIK, CALL 081-252-982900

BAGIAN-BAGIAN INTERNAL PERUSAHAAN YANG TERKAIT PROSES MANAJEMEN SUPPLIER (MANAJEMEN PEMASOK) BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN MANUFACTURING

Sepintas jika dalam dunia usaha produksi mungkin Anda sudah sangat mengenal dan cukup memahami tentang apa yang disebut dengan supplier atau biasa disebut dengan pemasok bahan baku untuk proses produksi. Kedua istilah dari dunia usaha produksi ini sama-sama berperan besar dalam proses menjalankan produksi barang-barang penjualan di perusahaan, khususnya adalah pada jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi barang jadi (manufakturing).

Barang jadi yang dimaksudkan ini adalah berupa barang-barang hasil dari pengolahan atau pemrosesan bahan-bahan mentah (bahan baku) atau bahan setengah jadi agar dapat menjadi barang jadi yang bernilai jual dan dapat segera disalurkan kepada para konsumen. Maka hal inilah yang disebut dengan proses produksi barang pada perusahaan produksi (industry manufaktur).

Perusahaan yang berjalan dengan menggunakan proses produksi biasanya banyak melibatkan beberapa bagian pekerja yang terdiri dari:

1. Bagian gudang.
2. Bagian operator produksi.
3. Bagian purchasing.

Dari masing-masing dari ketiga bagian tersebut saling memiliki keterkaitan yang sangat erat antara satu bagian dengan bagian yang lainnya pada manajemen supplier atau manajemen pemasok bahan baku.

Untuk mengetahui seperti apa dan bagaimana proses dari manajemen supplier bahan baku bagi perusahaan ini, maka Anda juga harus mengetahui untuk setiap masing–masing tugas dan tanggungjawab dari ketiga bagian yang bertindak sebagai penghubung utama dengan manajemen supplier dalam kelancaran dari berjalanannya proses produksi, yaitu:

1. Tugas Utama Bagian Gudang.

Para pekerja bagian gudang ini berperan lebih besar dalam kegiatan pelaksanaan proses produksi perusahaan. Dan untuk beberapa tugas-tugas yang akan dilakukan oleh para pekerja bagian gudang perusahaan adalah sebagai berikut:

• Bertanggungjawab untuk melakukan penjagaan dan pencatatan terhadap keluar-masuknya bahan-bahan baku yang telah diambil untuk diproses atau yang telah dibeli dari para supplier bahan baku.
• Melakukan pengawasan dan pengecekkan terhadap ketersediaan barang-barang secara rutin yang bekerjasama langsung dengan beberapa bagian lainnya di perusahaan.
• Mengawasi dan mengatur pekerjaan dan jadwal dari staff lainnya seperti tenaga pemasok bahan baku dan juga pekerja lain yang berada dalam lingkup bagian distributor.
• Bertanggungjawab atas apapun yang terjadi pada persediaan barang dalam gudang perusahaan.

2. Tugas Utama dari Bagian Operator Produksi.

• Melakukan proses pengelolaan terhadap barang-barang atau produk dari suatu bahan dasar /bahan baku untuk diolah sampai menjadi berbentuk dan sesuai dengan kebutuhan para konsumen (menjadi barang jadi).
• Melaksanakan kebijakan dan perencanaan produksi.
• Mengoperasikan mesin-mesin produksi, menjaga mutu dan kualitas bahan baku dan produk dari bahan jadi, memilih bahan baku yang lebih berkualitas, menggunakan mesin produksi dan mengontrol proses jalannya kegiatan produksi secara keseluruhan.

3. Tugas-Tugas Utama dari Bagian Purchasing.

Bagian ini sebenarnya hampir sama perannya dengan bagian gudang, hanya saja barang-barang yang akan dikontrol atau akan dibeli merupakan jenis produk yang berbeda. Untuk bagian purchasing, tugas utama yang harus dilakukannya adalah untuk melakukan pengaturan terhadap barang–barang yang nantinya akan dibeli dengan ketentuan bahwa barang yang dibeli merupakan salah satu kategori dari sarana dan prasarana untuk kegiatan dari proses produksi, bukan termasuk bahan-bahan material atau berupa spare part untuk bahan-bahan produksi.

Dari beberapa peran penting dari tenaga produksi diatas, maka Anda mungkin sudah bisa menilai sendiri bagaimana sebenarnya sistem dari manajemen supplier ;atau manajemen pemasok bahan baku. Semua aktivitas yang berhubungan langsung dengan supplier bahan baku yang sudah keluar dan masuk dari perusahaan harus tercatat secara keseluruhan oleh bagian gudang dengan adanya bantuan dari kedua tenaga kerja dari bagian lainnya, yaitu: bagian operator produksi dan bagian purchasing. Jika barang yang telah dimasukkan oleh supplier adalah berupa bahan baku yang tidak sama dengan sebelumnya, maka pihak supplier dari bahan baku tersebut harus melakukan pengambilan kembali dan melakukan pengiriman ulang terhadap perusahaan.

Kerjasama yang baik diantara supplier dan masing-masing bagian perusahaan yang berhubungan langsung dengan supplier tersebut itulah yang disebut dengan manajemen supplier bahan baku atau manajemen pemasok bahan baku. Dengan kata lain, manajemen supplier bahan baku ini bisa diartikan sebagai suatu kegiatan pembelian untuk bahan-bahan dasar sebagai kebutuhan dalam proses produksi oleh perusahaan, sehingga mengharuskan untuk dilaporkan secara berkelanjutan dan berkesinambungan agar kinerja perusahaan produksi ini (industry manufakturing) bisa mendapatkan output penjualan yang mampu untuk mencukupi target keuntungan bagi perusahaan.

Nah, itulah beberapa penjelasan seputar bagian-bagian dari internal perusahaan yang termasuk ke dalam proses manajemen supplier (manajemen pemasok) bahan baku. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan bagi Anda sekalian, Apabila bapak ibu membutuhkan pendampingan dalam pembuatan SOP terkait bagian pengadaan (purchasing), Logistik/Gudang dan bagian produksi, silahkan bapak/ibu menghubungi kami di wa 081-252982900, kami siap membantu!

Tinggalkan komentar

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp