MANUFACTURING, CALL 081-8521172/081-252982900

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN PALING UMUM YANG SERING MENGHADANG PERINDUSTRIAN MANUFAKTUR NASIONAL

Meskipun sebenarnya Kementerian Perindustrian Indonesia juga sempat menyatakan bahwa perindustrian manufaktur yang berskala mikro hingga yang sudah berskala makro sampai saat ini telah menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan yang cukup positif, namun jika dipandang dari sisi yang lain. Ternyata masih tetap ada beberapa jenis kendala-kendala lain yang akan selalu mengintai dan menghantui di setiap perjalanan dari perindustrian manufaktur tanah air. Dengan segera hal-hal semacam ini harus bisa ditemukan bagaimana solusi terbaiknya.

Setidaknya dari begitu banyaknya permasalahan-permasalahan yang secara umum paling banyak ditemukan oleh beberapa jenis perindustrian manufaktur nasional, dan berikut ini merupakan beberapa di antaranya:

1. Kekurangan pembeli potensial untuk jenis-jenis produk-produk khusus yang berharga sangat tinggi.

Pasar Indonesia yang sejak dulu akan selalu dilirik oleh perindustrian asing untuk dijadikan sebagai objek sasaran pasar mereka dan hal ini adalah menjadi daya tarik terbesar bagi para investor-investor asing, karena begitu besarnya tingkat populasi dan kepadatan penduduk yang mampu memberikan pangsa pasar yang luar biasa besarnya bagi mereka. Namun ternyata untuk karakter pasar yang sangat “cost-effective” semacam ini sendiri malah semakin memaksa perindustrian manufaktur lokal agar bisa lebih menekan harga. Hal yang sama sekali tidak mudah untuk dilakukan dan tentunya akan ada dampak-dampak negatif lain yang semakin mengecilkan nilai profit yang seharusnya bisa didapatkan oleh perindustrian manufakur lokal.

2. Tingkat kompetisi global yang terlalu tinggi dengan perusahaan manufaktur lokal yang masih berskala jauh lebih kecil.

Sebut saja Negara Tiongkok misalnya, yang saat ini sudah mulai terlihat powernya yang luar bisa kuat dan selalu menjadi pihak kompetitor terberat bagi banyak perusahaan-perusahaan manufaktur dari negara-negara lain. Bagaimana tidak, dari sisi bahan-bahan material seperti plastik, logam, sampai dengan produk elektronik yang bisa dibilang harganya sangat murah. Dan hebatnya lagi barang-barang tersebut yang sudah diproduksi oleh negara ini semakin menjadikan perindustrian manufaktur dari negara lain, khususnya untuk perindustrian tanah air, cukup kewalahan dalam menghadapi begitu kuatnya gempuran persaingan dengan Negara Tiongkok ini.

3. Kurangnya minat dari pihak manajemen puncak untuk berinvestasi terhadap bagian Research & Development.

Baik itu adalah jenis perusahaan manufaktur level terkecil sekalipun sampai yang sampai yang sudah berlevel besar dan memiliki banyak cabang di negara-negara lain (Internasional), minat untuk berinvestasi dalam menjalankan riset yang sangat berguna dan cukup bermanfaat dalam proses pengembangan produk atau bahkan untuk tujuan pengembangan teknologi terbaru sekalipun biasanya masih terlalu kecil dan kurang mendapatkan perhatian yang lebih dari para pihak manajemen puncak perusahaan.

4. Kurangnya kemampuan untuk beradaptasi dalam bidang perindustrian manufaktur.

Untuk saat ini sendiri perkembangan tren dari dunia teknologi dengan sangat cepat terus dan selalu berubah-ubah, produk-produk terbaru dengan desain yang juga baru terus berdatangan tanpa henti, semakin menggeser keberadaan dari produk-produk lama dan bahkan produk yang baru saja launching dari beberapa bulan sebelumnya begitu saja langsung ditinggalkan oleh pasar dengan sangat cepatnya. Jika tidak diimbangi dengan kemampuan untuk bisa dengan cepat beradaptasi, maka perusahaan manufaktur tersebut tentu saja tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi daripada perusahaan manufaktur yang lain.

5. Kualitas dari sumber-sumber daya, terutamanya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlihat masih relatif sangat rendah.

Hal seperti ini sudah banyak tercermin dari tingkat produktivitas tenaga-tenaga kerja yang memang masih kurang kompetitif dan dengan tingkat kekakuan atau rigiditas dari pasar tenaga kerja yang terlalu tinggi. Tidak hanya lebih menyorot kepada para karyawannya saja, namun juga dalam hal permasalahan kepemimpinan. Dari semua jenis perindustrian penghasil produk dan jasa, learning process merupakan yang paling banyak terjadi pada sektor perindustrian manufaktur. Karena itulah, dibutuhkan adanya pemimpin yang mampu mengatasi terjadinya berbagai macam konflik internal maupun eksternal pada setiap masing-masing fungsi manajemen.

Lalu sekarang bagaimana menurut Anda? sebagai seorang pemilik perindustrian manufaktur? Sebenarnya apa yang menjadi kendala terbesar yang selama ini dan diperkirakan selanjutnya akan lebih sering untuk Anda hadapi? Temukan jawabannya dan segera cari solusi terbaiknya yang menurut Anda adalah berupa solusi yang paling tepat. Terimakasih semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian dan salam sukses perindustrian manufaktur Indonesia.

Apabila bapak ibu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas, atau pembimbingan dalam dalam pembuatan SOP dan jobdescription mulai finance & accounting, logistik, marketing, HRD, bagian produksi, dan membutuhkan software accounting. Silahkan hubungi Frans M. Royan, 081-252982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu!

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp