Cito Mall, Jl. A. Yani 288, Lantai UG Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya
081-252982900
groedu@gmail.com

BEBERAPA PERBEDAAN-PERBEDAAN ANTARA BISNIS KECIL, MENENGAH DAN BESAR YANG HARUS ANDA KETAHUI

The Best consultant business in Surabaya

BEBERAPA PERBEDAAN-PERBEDAAN ANTARA BISNIS KECIL, MENENGAH DAN BESAR YANG HARUS ANDA KETAHUI

Bisnis kecil menengah dan besar memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar pada beberapa hal. Namun, sebelum membahas secara lebih jauh tentang berbagai perbedaan tersebut, marilah kita ketahui terlebih dahulu mengapa bisnis harus dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Bisnis kecil.
2. Bisnis menengah.
3. Bisnis besar.

Pada dasarnya perbedaan-perbedaan yang paling mencolok dari bisnis kecil, menengah dan besar adalah hanya terletak pada besar-kecilnya jumlah omzet dari penjualan dan juga jumlah asset yang dimilikinya.

Pada bisnis kecil jumlah asset yang dimiliki hanya berkisar antara sekitar 200-150 juta rupiah atau dibawahnya. Bisnis kecil dimulai dengan modal atau investasi yang relatif lebih kecil diantara kisaran rata-rata100 juta Rupiah. Jumlah keuntungannya pun juga relatif jauh lebih kecil. Apabila Anda memulai sebuah bisnis dengan modal lebih besar dari 100 juta, maka bisnis tersebut bisa dikategorikan ke dalam jenis bisnis kecil menengah.

Secara lebih lengkap bisnis kecil menengah disebut juga sebagai jenis bisnis yang didirikan oleh perseorangan atau berupa badan usaha yang tidak termasuk apabila terdapat cabang-cabang atau jenis bisnis lainnya. Bisnis kecil menengah biasanya memiliki asset yang mencapai nilai rata-rata 500 juta sampai dengan 10 milyar Rupiah. Sedangkan omsetnya bisa berkisar antara 2,5 sampai dengan 50 milyar pertahunnya. Bisnis kecil menengah pada dasarnya jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan jenis bisnis kecil. Selain asset yang dimiliki juga relatif besar. Potensi dari bisnis kecil menengah untuk bisa menjadi bisnis besar juga jauh lebih besar.

biasanya bisnis kecil hanya dipimpin serta dikelola sendiri oleh pemiliknya. Masih terdapat adanya perangkapan jabatan karena memang struktur organisasinya masih sangat sederhana dan sumber daya manusia yang terlibat didalamnya juga sangat sedikit. Pada bisnis kecil, potensi dalam kegagalan usaha terbilang masih sangat besar. Hal ini dikarenakan semakin sulitnya untuk memperoleh pinjaman dengan persyaratan yang lunak dalam usaha untuk mengembangkan bisnis.

Berbanding terbalik dari bisnis kecil, bisnis besar biasanya dipimpin oleh seorang profesional yang akan bertindak sebagai manajer. Manajer bukanlah pemilik sebenarnya dari perusahaan tersebut, melainkan hanya seorang yang ditunjuk oleh owner (pemilik utama) untuk menjalankan perusahaan. Dalam bisnis besar struktur organisasinyapun sudah jauh lebih kompleks. Seorang dengan keahlian tertentu akan memegang jabatan yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

Sangat jarang sekali kita mendengar adanya sebuah bisnis besar yang bangkrut. Karena memang sangat kecil kemungkinannya untuk merugi. Bisnis besar juga menjadi lebih mudah dalam memperoleh modal guna mengembangkan sayap bisnisnya.

Berikut ini merupakan beberapa perbedaan perbedaan mendasar antara bisnis kecil, menengah dan besar:

1. Jumlah Asset yang Dimiliki.

Asset (aktiva) merupakan jumlah keseluruhan dari kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Asset akan digunakan oleh sebuah perusahaan untuk menjalankan segala kegiatan produksi dan operasionalnya. Asset tersebut harus dapat diukur dengan neraca satuan mata uang. Sehingga misalkan asset tersebut berbentuk persediaan barang, maka barang tersebut harus dinominalkan kedalam jumlah rupiah.

Dalam jumlah kepemilikan asset perusahaan kecil menengah dan besar memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perusahaan kecil memiliki asset antara 200-100 juta rupiah atau dibawahnya. Sedangkan perusahaan kecil menengah asset yang dimiliki antara 500-10 milyar. Untuk perusahaan besar asset berkisar antara 15 milyar atau lebih. Berdasarkan jumlah asset saja sudah terlihat perbedaan yang begitu jelas antara perusahaan kecil menengah dan besar.

2. Banyaknya Omzet Penjualan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) omset diartikan sebagai jumlah pendapatan yang dihasilkan dari penjualan suatu produk dalam satu masa jual. Masa jual tersebut terbagi menjadi masa jual harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Sehingga terdapat adanya istilah omzet harian, omzet mingguan, omzet bulanan dan omzet tahunan. Pada bisnis kecil omzet hanya berada pada kisaran antara 300 juta -2,5 milyar pertahunnya. Untuk bisnis kecil menengah omzet yang diperoleh antara 2,5-500 milyar pertahunnya. Sedangkan untuk kategori bisnis besar omzet pertahun yang bisa diperoleh senilai dua kali lipat dari perolehan omzet bisnis kecil menengah.

3. Fasilitas yang Dimiliki Perusahaan.

Dari segi fasilitas, tentunya bisnis kecil menengah dan besar memiliki jumlah fasilitas yang berbeda. Pada bisnis kecil fasilitas atau kelengkapam usaha yang dimiliki juga relatif lebih sedikit. Jika bisnis kecil tersebut bergerak pada bidang penjualan, maka fasilitas yang dimiliki mungkin hanya berupa sebuah toko serta rak-rak display produk. Untuk jenis bisnis menengah tentunya fasilitas yang dimiliki jauh lebih banyak, karena biasanya bisnis ini bergerak dalam bidang yang jauh lebih besar dan lebih tinggi tingkatannya apabila dibandingkan dengan perusahaan kecil. Hal ini juga berlaku untuk bisnis besar.

Tentunya fasilitas yang dimiliki akan jauh lebih banyak dan lebih canggih. Pabrik-pabrik besar tentunya memiliki jumlah fasilitas yang sangat melimpah mulai dari mesin-mesin produksi, mesin packing, sampai dengan mobil-mobil armada milik perusahaan yang nantinya akan mendistribusikan produk-produk tersebut ke areal pemasaran. Fasilitas tentu termasuk kedalam asset kekayaan yang dimiliki oleh bisnis. Semakin banyak jumlah asset yang dimiliki tentunya akan berbanding lurus dengan banyaknya fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

4. Besar Kecilnya Jumlah Karyawan.

Perbedaan antara bisnis kecil menengah dan besar lainnya juga terletak pada jumlah karyawannya. Jumlah karyawan pada bisnis kecil mungkin bisa dihitung dengan jari. Bahkan beberapa bisnis kecil hanya merekrut karyawan dalam jumlah yang sangat sedikit. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya operasional menjadi semininal mungkin. Sedangkan pada bisnis menengah tentunya jumlah karyawan sedikit lebih banyak, bisa mencapai rata-rata antara 20-50 orang untuk setiap cabangnya. Hal ini karena struktur organisasi pada perusahaan menengah sudah sedikit lebih kompleks dan setiap orang akan bertanggungjawab pada tugas-tugas pokok dan fungsinya.

Pada bisnis besar jumlah karyawan bisa mencapai ratusan hingga ribuan pekerja. Tergantung dari jenis perusahaannya. Bisnis besar apalagi yang bersifat BUMN seperti pertamina tentunya memiliki jumlah karyawan yang sangat besar. Selain karena memiliki cabang dimana mana, perusahaan yang dimiliki oleh negara ini bergerak dalam bidang pengelaan sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas. Tentunya selain karyawan pada bagian office juga terdapat karyawan yang bekerja di lapangan. Yang jumlahnya bisa jauh lebih banyak lagi apabila dibandingkan dengan karyawan pada office (kantor).

Itulah beberapa perbedaan antara bisnis kecil menengah dan besar yang paling mendasar. Dengan mengetahui segala perbedaan-perbedaanya, maka tentunya akan semakin memudahkan dalam hal mengelompokkan jenis perusahaan yang berada di daerah Anda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih. Salam sukses.

Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp